Bapak
pengasuh yang saya hormati. Jika misalnya pada saat shalat Jumat kita batal,
wajibkah menggantinya dengan shalat Zhu- hur? Saya juga minta doa yang dapat
menenangkan hati. Soalnya saya mengidap penyakit hati yang membuat saya resah,
nya\ ujub, ta- kabbur dan prasangka buruk. Mohon bantuannya dan kiat-kiat apa
saja yang harus saya lakukan untuk menghilangkan penyakit itu. Atas bantuannya
saya ucapkan terima kasih.
Jawaban.
Shatat Jumat adalah kewajiban setiap Muslim yang
dilakukan secara berjamaah. Orang yang tidak ikut shalat Jumat itu karena
bermacam-macam halangan: Pertama, sakit. Orang
sakit ini dibenarican untuk tidak menunaikan shaiat Jum’at, dan kembali pada
kewajiban asai, yaitu shaJat Zhuhur.
Kedua, kelupaan, ketiduran, hujan, terlambat datang ke tempat
shalat, maka orang-orang itu hendaknya lebih dahulu mencari kawan untuk
mengerjakan shalat Jum'at dengan berjamaah. Jika tidak mendapatkan kawan, dan
hanya ia sendiri saja, maka hendaknya ia kembali kepada pokok shalat, yaitu
shalat Zhuhur empat rakaat. Dalam keadaan serupa ini, ia tidak boleh shalat dua
rakaat karena ia sendirian. Adapun syarat Jum’at yang Nabi saw contohkan
dan tetapkan adalah dengan berjamaah. Kalau tidak ada jamaah, maka tidak ada shalat Jum’at.
Ketiga, ada yang tidak shalat Jumat karena musafir yang
tidak memungkinkan ia shalat Jum’at. Orang ini pun harus kembali kepada pokok
shalat, yaitu shalat Zhuhur. Tapi karena musafir, maka Zhuhur itu boleh ia
kerjakan empat rakaat dan boleh juga dua rakaat sebagai qashar.
Shalat Jumat
merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, kecuali bagi wanita, orang sakit dan
anak-anak. Orang yang menunaikan shalat Jum’at lalu batal, maka hendaknya ia
berwudhu lalu kembali mengikuti imam. Jika ternyata tak memungkinkan kembali
untuk menunaikan shalat Jum’at, misalnya karena batal di saattahiyat, maka
hendaknya dia menggantinya dengan shalat Zhuhur. Karena shalat Jumat harus
dilakukan secara berjamaah.
Adapun pertanyaan kedua mengenai penyakit resah, riya\ ujub, takabbur,
buruk sangka itu
diberi peluang, syetan akan semakin bersemangat meniupkan kedengkian dan
kejahatan.
Selain itu, jangan lupa berdoa agar cfiberi
ketentraman hati, dijauhkan dari riya', sombong, ujub atau bangga diri, dan
berbagai sifat buruk lainnya. Di antara doa itu adalah sebagaimana terdapat
dalam Surah Ali Imran ayat 8: uRab- banaa laa tuzigh quiuubana ba'da idz hadai-
tana wa hablanaa min ladunka
rahmatan inna- ka Antal Wahhab,”(Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong
kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah
kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha
Pemberi karunia).
Contoh doa dari sunnah, adalah: “Yaa mu- qaflibal quluub tsabbit
qalbi alaa dinika" (Wahai Dzat yang Maha
Membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu). Wallahu a'lam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar