Assalamu'alaikum wr wb.
Mbak Ika, saya memiliki seorang adik yang usianya lebih muda empat tahun. Dia punya pacar sejak SMA. Keluarga kami tidak suka dia menjalin hubungan dengan perempuan itu. Adik saya nekat. Dia menjalin hubungan secara sembunyi- sembunyi. la sering mengambil uang yang menurutnya bahwa dia butuh. Memang benar uang tersebut akhirnya digunakan untuk kebutuhannya, tapi ternyata dia juga menggunakannya untuk pacarnya.
Dia pernah minta menikah, tapi keluarga kami menentang. Selain usianya masih muda (19 tahun) dia juga belum memiliki penghasilan. Kami sempat menyangka adik kami diguna-guna, karena di tengah malam tiba-tiba dia melamun dan tatapannya kosong. Ibu selalu membela adik saya. Saya kesal, saya sempat bertengkar dengan ibu. Yang mau saya tanyakan;
1. Bagaimana caranya menyadarkan ibu kalau caranya menyayangi adik salah?
2. Bagaimana caranya memisahkan adik dengan pacarnya?
3. Apakah ada hubungannya dengan faktor X (makhluk ghaib) Bagaimana penyikapannya?
4. Haruskah saya membawa adik ke psikiater atau psikolog?
Demikian, atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr wb.
Yayah. Jakarta
Jawaban.
Wa'alaikumussalam wr wb. Saudariku Yayah yang dirahmati Allah. Dalam kehidupan sehari-hari, beberapa dari kita memang kurang mampu melihat jauh ke depan. Bersyukurlah bila kita mampu melihat jauh ke depan, kita bisa berpikir visioner, yang membuat kita cenderung mampu mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan.
Cara mengatasi masalah ditempuh harus disesuaikan dengan gaya pemahaman dari yang bersangkutan.
1. Seorang Ibu pasti selalu sayang dengan anak- anaknya. Namun bila kurang disertai pemahaman yang pas, kasih sayangnya bisa menjebak dan menghambat terbentuknya kemandirian anak. Seorang ibu yang anaknya sudah dewasa atau menjelang dewasa merasa akan kehabisan waktu bila tidak memberikan kasih sayangnya saat ini juga, sehingga membuatnya sulit untuk bersikap tegas. Karenanya ia memerlukan orang yang mampu membuatnya percaya bahwa mencurahkan kasih sayang demi tumbuhnya kemandirian anak, tidak selalu dengan memberikan apa yang diminta. Rasanya anda perlu berbincang-bincang dengan ibu mengenai masalah ini dalam suasana yang nyaman baginya. Bila diri kita kurang “didengar” ibu, kita bisa minta bantuan anggota keluarga lain yang lebih bisa membuat ibu mau mendengar. Anda perlu menjelaskannya secara sederhana namun jelas pesannya. Anda bisa mulai dengan harapan-harapan keluarga kepada adik laki-laki anda, yang nantinya juga menjadi pengganti ayah (bila ayah sudah tidak ada), dia sendiri juga akan menjadi kepala keluarga bagi istri dan anak-anaknya. Saat ini merupakan waktu baginya untuk belajar mandiri, mampu mengatasi masalahnya sendiri tanpa tergantung dengan bantuan orang lain (karena bantuan itu nantinya tidak selalu ada), mampu berpikir dewasa, bertanggungjawab atas kesalahan yang dilakukannya dan bertanggungjawab mempersiapkan masa depannya. Selalu memberikan kesempatan kedua bukanlah penyelesaian, karena hal tersebut akan membuatnya tidak bersungguh- sungguh untuk memperbaiki diri, ia akan selalu berharap mendapatkan kesempatan kedua tersebut tanpa pernah melakukan perbaikan diri yang berarti. Anda bisa memberikan contoh dengan menceritakan kisah keluarga yang lain, atau melalui kisah nyata yang anda baca, atau melalui beberapa hadits yang anda pahami tentang mendidik anak, atau melalui film, atau melalui apa saja yang ibu bisa terima. Pastikan bahwa ibu bisa mengandalkan anda dan anggota keluarga anda yang lain untuk mampu menjaga “program” ini demi perbaikan adik anda. Jadi semua keluarga harus sepakat dan konsisten bersikap tegas pada adik, namun tetap disertai pendekatan yang penuh kasih sayang. Untuk itu, doa senantiasa dipanjatkan agar Allah melembutkan hati ibunda.
2. Sebaiknya memisahkan adik dan pacarnya bukanlah kita yang melakukannya. Tapi adik yang dengan penuh kesadaran memisahkan diri dengan pacarnya, atau justru mempersiapkan diri secara bertanggungjawab (baik mental ataupun finansial) untuk menikahinya. Caranya? Buatlah adik mau melihat jauh ke depan, melihat masa depan yang diharapkannya di waktu lima tahun lagi, 10 tahun lagi, 20 tahun lagi, berapa lama ia mau hidupnya berlangsung? Bagaimana pula kehidupan yang ia inginkan nanti. Bila maut tidak ada yang tahu, berarti masa depan kita adalah akhirat kita bukan? Akhirat seperti apa yang kita inginkan? Bila kita tidak mampu menahan diri sesaat saja untuk mendapatkan kehidupan yang luar biasa nanti, tidak ada gunanya sama sekali kesenangan yang
diperoleh sesaat ini( karena yang didapat nanti penderitaan berkepanjangan dan penyesalan tidak berkesudahan. Hai ini sangat mungkin dilakukannya karena ia sedang mengalami kesenangan menurut versinya, yang sebentar lagi dirasakan sebagai kesulitan yang menjerat dirinya, karena sudah terikat dengan pacarnya tanpa mampu melepaskan diri. Seperti halnya dengan ibu, anda ataupun anggota keluarga yang lain (yang “didengar” adik) menyampaikannya dalam situasi yang nyaman, tidak menyudutkan, dan tidak mengancam. Sampaikan secara baik-baik dengan diawali harapan- harapan keluarga terhadap dirinya, harapan orang-orang di sekitar yang menyayanginya, agar ia memiliki masa depan yang baik, karena ia juga nantinya memiliki keluarga sendiri, sebagai penerus generasi. Setelah itu sampaikan kisah-kisah, pengalaman-pengalaman teman, memberikannya sebuah buku, ataupun sambil menonton film yang semua isinya sesuai dengan keadaan dirinya saat ini. Buatlah ia mampu melihat masa depannya
3. Makhluk halus yang jahat sangat takut dengan orang-orang yang berhati ikhlas. Orang yang berhati ikhlas tidak akan diganggunya. Karenanya membimbing adinda untuk membersihkan hati, memperbaiki ibadah dan memperbanyak amal sholeh akan membantunya untuk terhindar dari gangguan makhluk jahat. Bacaan-bacaan seperti Al- Ma’tsurat adalah baik untuk dibaca pagi dan petang.
Bantuan ruqyah bisa bila kita sudah tidak mampu menolong diri sendiri. Namun setelah itu hanya kita yang bisa melindungi diri kita sendiri dengan senantiasa dzikrullah. Oleh karenanya membiasakan diri senantiasa berdzikir kepada Allah, cukup untuk menjaga diri kita. Untuk menyempurnakan itu semua, maka barang-barang yang mengandung kesyirikan harus disingkirkan, seperti patung ataupun mantera-mantera lain. Bacaan Qur'an senantiasa dilantunkan, akan memenuhi rumah kita dengan malaikat-malaikat.
4. Bila anda dan keluarga menemui kesulitan untuk memahami sikap adinda karena adinda kurang terbuka ataupun karena keterbatasan pemahaman kita terhadapnya, maka anda boleh meminta bantuan kepada psikolog. Bantuan psikiater baru benar-benar kita perlukan bila adinda sama sekali tidak bisa diajak berinteraksi dan berbicara (karena ia sudah memiliki “dunianya” sendiri), dan perilakunya sudah sangat tidak terkendali (mudah mengamuk). Biasanya psikiater akan memberinya obat untuk menenangkannya dan berusaha mengembalikan kesadarannya kepada keadaan sosial yang nyata. Namun bila anda dan keluarga telah mampu berbicara baik-baik kepada adinda, dan ia secara bertahap bisa memahami keadaannya sendiri, dan keadaan menjadi lebih baik, maka bantuan psikolog dan psikiater sama sekali tidak dibutuhkan. Karena sesungguhnya yang paling mengenal adinda adalah Anda dan keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar