Cara Efektif Menerapkan Disiplin

Cara Efektif Menerapkan Disiplin

Dalam merespon perubahan anak yang sering mengabaikan kedisiplinan, ada orang tua yang memberikan waktu cukup luang bagi anak untuk menyesuaikan diri. Tapi, ada juga yang mendesak anak bisa mengikuti aturan dalam waktu singkat. Persoalannya, apakah menerapkan disiplin selalu identik dengan membentak dan menerapkan hukuman fisik?
Secara psikologis, disiplin berarti mendidik dan mengarahkan anak dengan memberi batasan tentang hal-hal yang boleh dilakukan dan yang dilarang. Salah satu tujuan menerapkan disiplin pada anak adalah untuk melindungi si kecil agar tetap aman saat mereka berperilaku tak sesuai dengan harapan orang tua.
Disiplin juga bisa membantu anak untuk belajar tentang diri sendiri dan lingkungan sekitarnya sehingga anak dapat berkembang optimal. Karenanya, menerapkan disiplin pada anak memerlukan waktu yang relatif panjang. Kita tak bisa menerapkan target khusus dalam kurun waktu tertentu, misalnya, satu tahun.
Perlu juga dipahami, penerapan disiplin pada anak berbeda dengan hukuman, dominasi, penggunaan kekuasaan dan kontrol orang tua terhadap anak. Belajar berdisiplin bukan untuk menyakiti secara fisik atau bentakan yang bisa berdampak jangka i panjang bagi perkembangan anak. Pemberian hukuman dan bentakan 1 pada anak, bukanlah penerapan disiplin yang efektif, tapi paksaan.
Karenanya, sebuah ungkapan yang menyatakan, “Cintailah anak sekalipun kita tidak mencintai perilakunya,” layak untuk direnungkan. Pernyataan itu mengandung konsekuensi, orang tua harus menghargai dan memahami kelebihan dan kekurangan anak sebagai wujud cinta dan kasih sayangnya pada anak.
Terkait dengan penerapan disiplin, wujud dari cinta dan kasih sayang orang tua pada anak tentunya diejahwantahkan dalam bentuk penggunaan teknik-teknik penerapan disiplin secara efekrf. Yang jelas, jika ada sosok yang matang dalam berperilaku, sehingga layak disebut disiplin, tentulah bukan anak-anak. Sosok itu adalah kita, orang tua atau orang yang lebih dewasa. Yang jelas, menerapkan disiplin apalagi pada anak-anak tak semudah membalikkan telapak tangan, la memerlukan proses panjang dan perjuangan yang gigih. Kuncinya terletak di tangan orang tua. Orang tua dituntut bisa menjadi teladan, tak pernah menyerah dan istiqamah untuk membimbing buah hatinya dalam kondisi apapun. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita," (QS al- Ahqaaf: 13). Dari ayat ini, bisa disimpulkan bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang istiqamah. Sikap istiqamah akan timbul jika kita terbiasa 'disiplin' dalam segala hal.

Yang Harus Dilakukan Orang tua
  • Orang tua harus menjadi model (teladan) berdisiplin bagi anak.
  • Orang tua perlu menciptakan lingkungan positif dan nyaman, sehingga secara bertahap bisa mengubah perilakunya yang kurang baik.
  • Orang tua perlu menentukan prioritas perilaku anak yang akan diubah sesuai tahapan perkembangan anak.
  • Meminimalkan cara menghukum dalam mengubah perilaku anak.
  • Terapkan disiplin secara bertahap, mulai dari yang kecil tapi tetap bermakna.
  • Terapkan teknik positif, seperti memberi pujian terhadap perilaku anak yang baik atau hadiah yang tak berlebihan.
  • Hindari teknik negatif (negative consequences), seperti time-out terlalu banyak mengkritisi atau mengoreksi anak.
  • Bersikap konsisten tapi fleksibel.
  • Introspeksi diri secara kontinyu, sejauh mana efektivitas teknik yang diterapkan.
Efek Bentakan pada Anak
  • Membentak berarti "mengajarkan" anak untuk menyelesaikan masalah dengan kekerasan
  • Saat membentak, peran orang tua bukan lagi sebagai teladan, tapi "mencontohkan'' perilaku tak terkontrol.
  • Membentak bisa menyebabkan anak mengalami stres atau frustasi.
  • Membentak menyebabkan anak cenderung takut, gugup, kurang inisiatif dan memiliki konsep diri yang negatif.
  • Membentak menyebabkan jatuhnya harga diri anak dan mengarahkan pikiran (perasaan) anak jauh dari cara pandang positif.
  • Dalam jangka panjang, anak menjadi tertutup, pasif, sulit bergaul dan kurang komunikatif.
(LaraFridani)



Cara Efektif Menerapkan Disiplin Rating: 4.5 Diposkan Oleh: wiwin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar