Mengetahui Apakah Anak Anda Sudah Siap Masuk Taman Kanak Kanak

Mengetahui Apakah Anak Anda Sudah Siap Masuk Taman Kanak Kanak

Ketika seorang anak mendekati akhir usia pra sekolah, orang tuanya akan mulai mempertimbangkan kesiapannya memasuki taman kanak-kanak. Beberapa orang tua dengan penuh percaya diri menginginkan anak mereka masuk ke taman kanak-kanak, sedangkan yang lain, terutama mereka yang anaknya memiliki ulang tahun di dipertengahan sampai akhir tahun tersebut, mengantisipai kalau dia mengalami lompatan perkembangan yang signifikan, Ada sekolah tertentu yang menginginkan usia anak yang lebih tua untuk masuk taman kanak-kanak, namun kebanyakan sekolah memberikan kebebasan kepada orang tua untuk mendaftarkan anaknya di usia lima atau enam tahun karena keberhasilan anak di tahun pertama sekolahnya akan menjadi landasan bagi keberhasilan berikutnya, maka keputusan untuk mengirim seorang anak, ke taman kanak-kanak harus dilakukan dengan cermat dan berdasarkan kesukaan si anak.

Orang tua kadang mengasumsikan bahwa seorang anak yang sudah berada di tempat pengasuhan anak atau sekolah anak-anak secara otomatis dipersiapkan untuk masuk taman kanak-kanak, namun hal itu merupakan sebuah pengalaman yang berbeda dalam beberapa hal karena anak-anak di taman kanak-kanak diharapkan untuk duduk dan mengerjakan tugas-tugas yang bersifat akademik. Meskipun permainan merupakan salah satu dari bagian program, namun penekanannya tetap diletakkan pada kerja kelompok dan akademik yang mengikuti kurikulum. Anak-anak taman kanak-kanak menjadi bagian dari komunitas sekolah yang lebih besar yang beroperasi di bawah aturan- aturan dan harapan-harapan baru. Dan anak-anak mendapati bahwa orang tua mereka sangat menyukai taman kanak-kanak, mungkin akan mulai menekankan agar anak mereka “Memiliki performansi yang baik”.

Usia kronologis merupakan faktor utama yang menentukan kesiapan anak masuk taman kanak-kanak, namun secara alami ada faktor- faktor terkait yang harus diperhatikan orang tua: perkembangan kognitif atau intelektual, perkembangan sosial dan intelektual, dan ukuran fisik. Jika seorang anak usianya lebih muda lima sampai tujuh bulan dari usia anak taman kanak-kanak, maka dia mungkin akan menunjukkan perilaku yang secara signifikan berbeda dari teman-teman kelasnya. Sekalipun jika dia lebih maju dalam salah satu bidang perkembangan seperti akademik, maka dia secara umum akan berpenampilan pada tingkat yang lebih rendah daripada yang diharapkan sesuai dengan kelompok umurnya.

Bidang perhatian lain adalah perkembangan sosial dan emosional. Seorang anak yang secara sosial atau emosional tidak matang mungkin akan kesulitan untuk mengakomodasi keinginan gurunya. Dia mungkin akan keberatan berperilaku sebagaimana anak taman kanak-kanak, ketika pada dasarnya tidak mampu berperilaku lebih matang. Dia mungkin memerlukan bekerja dan bermain secara kelompok dengan teman-teman kelasnya dan hal ini memungkinkan dia dianggap sebagai anak yang memiliki “masalah tingkah laku.” Secara alami, jika dia dianggap demikian, kesan dirinya akan terpengaruh, dan akhirnya, dia mungkin akan melanjutkan perilakunya yang tidak tepat karena dia merasa frustasi dan marah atas ketidakmampuannya untuk melakukan sesuatu yang diharapkan darinya.

Seorang anak yang ketinggalan secara sosial namun maju dalam hal akademik menghadapi dilema bagi orang tuanya yang mungkin membutuhkan waktu lagi untuk memasukkan anaknya di taman kanak- kanak. Mereka mungkin akan mengira bahwa dia tidak akan mampu mengikuti wilayah akademik j ika dia menunggu dan menghadiri taman kanak-kanak dengan anak yang usianya lebih muda, namun, jika ketidakseimbangan antara perkembangan sosial dan intelektual kelihatan mencolok, maka secara perkembangan dia tidak siap untuk masuk taman kanak-kanak.

Untuk mengevaluasi kesiapan secara menyeluruh untuk masuk taman kanak-kanak, orang tua pertama-tama harus memperhatikan perkembangan kognitif anak mereka, Ketika seorang anak memiliki kemampuan akademik di bawah tingkat kanak-kanak, maka dia akan dapat dibantu melalui intruksi individu dari para guru dan spesialis. Namun anak yang ketinggalan seringkali kesulitan dalam menangkap pelajaran karena belajar di bidang-bidang pengetahuan tertentu tidaklah  mudah baginya. Meskipun ada dukungan intruksi, dia mungkin akan berpikir bahwa dia “tidaklah sebagus” temannya, dan dia mungkin merasakan tekanan yang tidak berguna karena dia tidak dapat memenuhi tuntutan sekolah. Ketika hal ini terjadi, maka dia akan menunjukkan gejala tidak menyukai sekolah, atau menunjukkan masalah perilaku. Perjuangan-perjuangan untuk mencapai prestasi akademik di taman kanak-kanak seringkali membentuk sebuah pola yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun,

Faktor lain yang harus dipertimbangkan orang tua adalah perkembangan ukuran dan fisik. Ketika seorang anak berusia beberapa bulan lebih muda dari teman sekolahnya, dia mungkin lebih kecil dari teman sekelasnya. Ukuran badan dan usia penting bagi anak-anak, yang seringkali mengecek satu sama lain untuk mengetahui siapa yang paling tua dan siapa yang paling tinggi. Dan karena anak-anak seringkali mulai . kehilangan gigi mereka selama masa kanak-kanak, maka seorang anak mungkin akan merasa frustrasi dan tidak bahagia karena dia tidak kehilangan giginya sebagaimana yang teijadi pada temannya yang lebih tua. Menjadi anak yang paling muda dan paling pendek akan bisa menjadikan anak rendah diri di kelas, meskipun hal ini secara alami akan lebih menjadi masalah bagi seorang anak yang pemalu dan pendiam daripada anak yang cerewet dan acuh tak acuh.

Jika Anda tidak yakin dengan kesiapan anak Anda untuk masuk taman kanak-kanak, maka carilah pendapat dari orang lain, termasuk para profesional tentang anak. Jika anak Anda sudah masuk di pusat pengasuhan anak atau di sekolah anak-anak, maka orang pertama yang harus Anda hubungi adalah gurunya karena mereka memiliki pemahaman yang mendasar tentang masalah anak-anak taman kanak-kanak dan memiliki banyak kesempatan untuk mengamati anak-anak, sehingga mereka akan bisa menasehati Anda, selama Anda mempercayai dan menyukai mereka, maka keputusan mereka akan sangat berguna bagi Anda. Jika Anda harus bertanya, maka carilah pendapat dari ahli perkembangan anak yang bisa mengetahui kesiapan anak untuk masuk sekolah.

Dokter anak Anda mungkin akan sangat membantu dalam mengarahkan Anda. Teman-teman yang telah memundurkan sekolah anaknya satu tahun juga bisa memberikan pemikiran mereka kepada
Anda, dan konselor sekolah dasar atau kepala sekolah akan membicarakan masalah tersebut dan menawarkan informasi tentang kesiapan anak Anda masuk taman kanak-kanak.

Sebagian besar orang tua yang memundurkan sekolah anaknya satu tahun lebih lambat tidak akan merasa menyesal karena mereka malah memiliki tambahan waktu untuk membesarkan dan mengasuh anaknya. Anak yang mulai masuk taman kanak-kanak ketika dia dari sudut perkembangan sudah siap akan bisa memenuhi tuntutan akademik secara lebih baik dan akan bisa bergaul dengan mudah dengan teman-temannya selama sekolah. Jika anak menjalani sekolah mereka dengan baik tanpa adanya tekanan atau beban, ini akan bisa mengembangkan rasa percaya diri dan juga bisa memberikan sebuah landasan yang bagus selama tahun- tahun sekolahnya.


Mengetahui Apakah Anak Anda Sudah Siap Masuk Taman Kanak Kanak Rating: 4.5 Diposkan Oleh: wiwin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar