Kapan Saat Yang Tepat Memperkenalkan Angka dan Huruf Pada Anak?

Kapan Saat Yang Tepat Memperkenalkan Angka dan Huruf Pada Anak?


Banyak program pra sekolah dan pusat pengasuhan anak yang mengklaim bersifat “akademik", dengan mengajarkan anak-anak berhitung, membaca huruf-huruf, dan belajar berbagai macam konsep. Penekanan semacam pada aktivitas-aktivitas pendidikan semacam ini merupakan bagian dari dorongan masyarakat luas agar anak belajar dengan lebih cepat. Para penerbit menyediakan buku-buku pendidikan dan sofwarenya; perusahaan-perusahaan mainan memproduksi mainan pendidikan: dan program TV mengajarkan huruf-huruf dan angka-angka karena adanya tekanan dari teman, tetangga, beberapa ahli perkembangan anak dan media, banyak orang tua merasa terganggu jika anak mereka yang berumur dua, tiga atau empat tahun masih belum mempelajari bentuk, warna, huruf dan angka.

Memang memungkinkan mengajari anak untuk menghafalkan dan kemudian mengucapkannya kembali dengan daftar yang singkat, termasuk angka dari satu sampai sepuluh dan huruf-huruf. Namun pemahaman terhadap konsep semacam ini biasanya belum mulai sampai dia berumur empat sampai enam tahun. Seorang anak yang berumur tiga tahun mungkin tahu bahwa mengatakan, “1,2,3,4,” merupakan tindakan menghitung, namun dia mungkin tidak paham bahwa angka enam menggambarkan enam benda. Baginya, belajar mengucapkan huruf adalah seperti belajar untuk mengucapkan kata-kata asing tanpa mengetahui makna kata-katanya.

Seorang anak tidak bisa diajari untuk memahami konsep sebelum dia siap. Lambat laun, ketika dia bereksperimen dengan benda-benda, menanyai orang tuanya dan orang lain, memperhatikan lingkungannya, mengeksplorasinya, maka dia akan belajar tentang arti kata dan angka- angka. Jika keingintahuan alaminya dirangsang dan dia memiliki materi untuk melakukan eksperimen, makadia akan bisa belajar konsep dengan mudah. Namun menekankan terlalu banyak pada pembelajaran dini mungkin akan melemahkan semangatnya dan menghilangkan dorongan alaminya untuk belajar. Orang tua harus menunggu sampai anak mereka menunjukkan ketertarikan spontan untuk belajar huruf, kata dan konsep, dan kemudian mereka baru akan menindaklanjuti apa yang bisa dia lakukan.

Tidak ada keharusan bagi pihak sekolah dan orang tua untuk menyediakan material pendidikan dalam jumlah yang berlebihan bagi anak-anak, Warna, bentuk, angka, dan kata-kata merupakan bagian dari apa yang dilakukan oleh anak-anak, oleh karena itu.mereka akan belajar ini semua secara alami. Setiap hari, seorang anak mendengar, “Lepaskan celana pendekmu,” “Apakah kamu ingin pensil yang merah atau hijau?” “Inilah tiga mercon,” “Lihatlah ke truck yang besar tersebut.” Dia memiliki pemahaman yang konstan terhadap konsep-konsep semacam ini sebagai sesuatu yang sama dan berbeda (susu berbeda daripada jus, ibu berbeda daripada ayah), lembut dan keras, besar dan kecil. Dia juga sering mendengar orang dewasa berhitung, melihat mereka membaca, dan mengamati huruf-huruf dan angka di mana-mana. Dia akan mendapatkan lompatan dalam hal membaca secara alami jika orang tuanya membacakannya bacaan setiap hari, dengan sabar mengulangi cerita yang d ia sukai.

Anda lambat laun akan mendengar anak Anda bertanya, “Berapa jumlahnya ini?” “Apa warnanya ini?” “Apa bacanya ini?” dan dia akan mulai belajar menghitung dengan keras, pertama-tama menuliskan nomor-nomor secara tidak urut, dan dia alun menulis huruf-huruf di atas kertas, seringkaii menciptakan kata-kata yang tidak bisa dibaca atau menulis namanya terbalik. Cobalah untuk tidak membetulkannya, namun sebaliknya terus rangsang dia agar mau terus menghitung dan menulis karena dia akan belajar dengan sendirinya - tanpa adanya tekanan - karena dia memang benar-benar tertarik dan termotivasi secara sendirinya. Kemudian, mulai dari taman kanak-kanak sampai kelas satu sekolah dasar, maka Anda akan melihat perkembangannya yang luar biasa dalam hal membaca dan matematika.

Akhirnya, pertimbangkan kembali kebutuhan Anda untuk bekerja di luar rumah atau untuk bekerja full time. Anda dan anak Anda bisa mendapatkan banyak manfaat jika Anda bisa berada di rumah dengannya sebanyak mungkin selama beberapa saat sebelum dia masuk ke sekolah dasar.


Kapan Saat Yang Tepat Memperkenalkan Angka dan Huruf Pada Anak? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: wiwin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar