Kuncinya Disiplin

Kuncinya Disiplin

Alam mengajarkan sikap disiplin. Renungkan perjalanan beragam planet yang terus berputar bersama bumi. Renungkan juga perputaran musim yang terus bergulir. Sedikit saja terjadi perubahan musim, kita langsung merasakan dampaknya.

Selain alam, serangkai Ibadah dalam Islam pun mengajarkan sikap disiplin. Penetapan waktu shalat mengajarkan kita untuk menghargai waktu. Aspek terpenting dari sikap disiplin.

Hidup disiplin adalah kepatuhan dan ketaatan yang tumbuh dari kesadaran rohani untuk menjalankan tugas yang memang sudah menjadi tanggung jawabnya, sesuai dengan waktu dan rencana yang telah ditentukannya. Kenyataannya, banyak di antara kita yang dalam kehidupan sehari-hari kurang disiplin. Hal itu mengakibatkan banyaknya program yang tidak terlaksana sesuai rencana. Banyak sekali peluang dan waktu yang sering kita abaikan dan tidak dipergunakan dengan baik. Padahal waktu Itu sangat berharga.
Kita sering mengabaikan kesempatan emas yang datang. Padahal kesempatan itu takkan pernah datang dua kali. Kalaupun ada, kesempatan tersebut bukanlah kesempatan pertama yang pernah diabaikan.

Banyak sekali bukti ketidakdisiplinan kita dalam kehidupan sehari-hari. Dalam masalah agama, banyak di antara kita yang menunda-nunda waktu shalat, zakat, haji dan lain-lain. Padahal ia mampu mengerjakannya tepat waktu.

Begitu juga dalam hal pendidikan. Betapa banyak sekolah yang katanya jam belajar dimulai pukul tujuh pagi, namun sudah pukul cteiapanan baru tenaga pengajarnya datang. Dalam 'dunia kerja juga demikian. Banyak sekali kantor dan perusahaan yang pada jam- jam kerja, masih kosong. Kendati karyawannya ada, banyak di antara mereka yang menghiaskan waktu dengan ngobrol dan berkelakar ria Padahal, pekerjaan mereka masih numpuk.

Kenyataan itu tidak kita dapati di negara- negara maju yang sangat menghargai waktu. Bahkan sampai mereka mengatakan, time is money (waktu adalah uang). Kalau di Indonesia. sering kita temukan penumpang kereta spi atau bis sekali pun, dengan tenangnya tidur di tempat duduk masing-masing, maka pemandangan seperti itu tidak akan kita temukan di Jepang. Konon, kendati mereka tidak bisa duduk -bergelayutan- tapi mereka mempergunakan kesempatan itu untuk membaca. Begitu pun dalam dunia kerja. Kalau jadwal rapat pukul delapan pagi, sebelum waktu tersebut tiba, mereka sudah berada di tempat. Amat jauh berbeda dengan tradisi masyarakat kita yang mengenal istilah 'jam karet' yang kadang kala-bahkan sudah terbiasa-molor sampai satu jam. Kebiasaan yang harus kita ubahi

Keteladan para pemimpin dalam beragam strata merupakan faktor pendorong tegaknya disiplin. Dengan mulai berusaha untuk menghargai waktu, kita hidupkan sikap disiplin. Kita isi waktu-waktu luang dengan hal bermanfaat. Kita segera tunaikan segala kewajiban yang mampu kita laksanakan, sehingga bisa mengerjakan pekerjaan lain.
Allah berfirman, “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang Iain(08 aHnsyirah: 7).

Jika kita bisa menghargai waktu dengan baik, sikap disiplin-insya Allah-akan terwujud dan menjadi tradisi dalam segala aktivitas kita. Hal ini juga merupakan modal terciptanya lingkungan sosial yang Islami. Amin.*

Kuncinya Disiplin Rating: 4.5 Diposkan Oleh: wiwin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar