Gimana kalo tiba-tiba dihadapan kamu nyelonong pejuang cinta versi katakan cinta dari program sebuah tivi swasta? Doski membawa seikat bunga mawar merah hati dan sekotak cokelat dan tanpa basa basi doi ngobral kata cinta. Si Do'i juga rela ngelakuin apa aja demi dapetin hatimu. Pada saat bersamaan, camera lagi on nge- shoot langsung. Kira-kira apa reaksi kamu, sedang kamu cuma dikasih dua pilihan. Terima atau tolak!
Yup, pasti ngerasa bingung, nervous, sebel plus campur aduk jadi satu. Karena kasihan, mungkin kamu langsung jawab iya iya aja. Atau saking bete n sebel abis, kamu tolak mentah-mentah plus bonus lemparan sendai ke jidad tuh cowok. Uh sadis..
Nah girls, dipertengahan bulan Februari nanti nih, pejuang cinta amatiran bakal menjamur. Atas nama Valentine Day, pejuang cinta mencari mangsa. Bagi cowok yang sejak dulu naksir kamu untuk jadi gebetannya, mungkin sudah pasang strategi jitu naklukin hatimu. Sebagai muslimah sholihah sejati, tentu kamu juga perlu berjaga-jaga dong ngadepin virus merah jambu itu.
Ehm.. sebenarnya boleh nggak sih jatuh cinta?
Cinta atau lebih dekatnya kasih sayang adalah bagian tak terpisahkan dari makhluk hidup, khususnya manusia. Rasa cinta merupakan penjelmaan dari naluri saling mencintai atau bahasa kerennya gharizah nau'. Cinta pada ayah Ibu, kakak, adik, kakek nenek, teman dan sesama manusia adalah manifestasi gharizah nau'. Jadi intinya mah boleh jatuh cinta. Tapiiiiiii.. (pake i-nya banyak ya biar mantep ) cinta bagaimana dan pada siapa dulu dong? Cinta ama orang tua, it's okey. Cinta keluarga, boleh tuh. Cinta suami, that's right. Cinta ama pacar. You must stop itu.
Yang sering jadi trouble dikalangan younger n jomblo nih umumnya terkait cinta ama lawan jenis. Ketika ada yang bilang I luv u aja. kebayangnya lagunya Josh Groban: When you say u love me, for a moment, there's no one else alive. Yang kebayang cuma dia dan aku seorang, yang lainnya kagak kelihatan. Dunia milik berdua, yang laen nge-kos....
Yah.. kadang cinta bikin buta mata hati. Orang yang lagi jatuh cinta buta lupa kekurangan orang yang dicintai. Cuek aja lihat doi bolong-bolong shalatnya. Enjoy aja doi ikut tawuran sekolah gara-gara nggak trima kalah tanding basket. Malah doi disebut hero. Rela mati buat dia seperti di film Romeo dan Juliet karya Shakespeare. Atau rela patah hati tiada akhir kayak Shah Rukh Khan yang memainkan Dave dalam film kolosal Davdas. Film-film dari negara tempat Taj Mahal berada memang gudangnya pemberi Inspirasi para pecandu cinta buta. Seakan cinta adaiah segala-galanya. Walaupun cerita- cerita itu bohong-bohongan doang. Cinta-cintaan seperti ini biasanya berujung tragis, dan hanya membuat kamu nangis bombay. Hu..hu..hu..
Kata Aristoteles “Cinta buta" adalah kebodohan yang membalikkan hati yang hampa, sehingga tidak lagi mau memikirkan urusan perniagaan dan kerja. Cinta buta adalah cinta yang buta untuk melihat aib orang yang dicintai." Nah lo..
Kalau kamu ngelakuin pacaran trus malas sekolah, kuliah, plus nilainya jeblok, wah itu bisa jadi tanda-tanda cinta buta tuh. Cinta buta itu membuang energi dan waktu kita jadi sia-sia.
Cinta-cintaan sah-sah aja, asal.....
So. agar cinta itu jadi super power. Perlu ditempat pada tempatnya. Banyak kisah-kisah heroik sejati tentang para pecinta yang bisa diambil pelajaran. Ambil contoh kisah cintanya Khadijah pada sang suami tercinta Muhammad SAW. Kalo dipikir luar biasa sekali Ibunda pertama umat muslim itu ya. Bayangkan beliau mau ngorbanin apa aja demi Rasul. Mau nikah dengan pemuda miskin, bermasa depan -kalau dilihat versi cewe matre- suram. Khatidjah nggak menghitung berapa jumlah harta dikorbanin buat dakwah Islam. Nggak mau bermanja-manja minta dibeliin baju baru di Mall. Bersama Rasul, perempuan saudagar kaya itu rela hidup diboikot selama 3 tahun tanpa makan dan minum yang memadai.
Fatimah, Ummu Salamah, Asma’ binti Abu Bakar, Aisyah, Hafsah dan sebagainya adalah sederetan
muslimah pemilik cinta sud. Dengan kekuatan cinta yang dimiliki, mereka melakukan hal-hal positif untuk mendukung perubahan masyarakat yang jahiliyah ke kehidupan 'modem'.
Bila disusun nih ya, berdasarkan level teratas cinta suci. Kamu boleh contek nasyidnya Saujana," Cinta kepada Allah, Cinta Rasul, Cinta Bapak-ibu , Cinta pada umat”. Itu baru keren abis. Khusus cinta pada AlIah, Rasul dan umat, butuh exercises, soalnya nggak mudah hadir dengan sendirinya. Perlu pembiasaan. So, jika rasa cinta buta itu ada, jangan katakan cinta!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar