Assalamu
‘alaikum wr wb
Dokter,
saya seorang ibu yang dirundung malang sejak pernikahan. Saya menikah sejak 10
tahun lalu. Saya keguguran saat kehamilan pertama. Anak kedua saya juga
meninggal ketika lahir. Saya berbahagia karena pada kehamilan berikutnya anak
saya bisa lahir normal dan sehat dengan berat badan 3,1 kg. Tapi kebahagiaan
itu sedikit berkurang karena menurut dokter anak saya menderita autisme. Saya
mencoba berobat ke beberapa tempat, namun sampat saat ini belum ada perubahan
yang berarti. Apakah dokter punya cara lain untuk mengatasi penyakit anak saya
itu? Atas jawaban dokter, saya mengucapkan banyak terima kasih.
Wassalamu 'alaikum wr wb
Syifa Surabaya
Wa’alaikumusalam
wr wb
Segala puji
hanya bagi Allah SWT, Tuhan semesta atam. Dia memberikan ujian bagi hamba-hamba
yang dicintai-Nya untuk meningkatkan kedekatan hamba kepada-Nya. Allah pula
menyembuhkan siapa saja yang sakit. Marilah kita berlindung dan memohon
kebaikan hanya kepada-Nya. Shalawat dan salam atas Muhammad saw, keluarga,
para sahabat dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman .
Saya bisa mengerti perasaan ibu. Betapa berat musibah yang ibu alami. Saya
juga menghargai usaha ibu yang tidak kenal lelah sebagaimana ibu ceritakan
kepada saya. Autisme dalam kamus kedokteran adalah suatu keadaan di mana seseorang terpaku pada keadaannya sendiri (self centered) dan tidak mempedulikan keadaan sekitarnya.Autisme ditandai dengan gangguan pada percakapannya. Di sini anak tidak bisa bicara dengan jelas. Pembicaraan anak tidak bisa dimengerti atau bisa berupa tidak responsifnya anak terhadap lingkungannya. Anak sangat enjoy dengan dirinya sendiri dan tidak memberikan respon terhadap lingkungannya.
Sampai saat ini, penyebab autisme masih belum jelas. Tapi ada beberapa kemungkinan, seperti: Pertama, terjadinya infeksi virus pada si ibu sewaktu hamil yang memengaruhi perkembangan otak calon bayi. Keduat terjadi luka pada saat persalinan. Ketiga, alergi terhadap zat-zat tertentu.
Penanganan anak autis harus memperhatikan beberapa faktor. Pertama, makanan. Hendaknya dihindari makanan yang mengandung tepung gandum dan makanan manis atau mengandung gula. Biasanya, anak autis akan menjadi hiperaktif apabila mengonsumsi kue atau makanan dari tepung gandum lain, lebih- lebih bila makanan itu manis.
Kedua, latihan. Latihan untuk penderita autisme sangat bermanfaat. Biasanya kita melihat dulu apa gangguan yang paling dominan. Bila yang paling dominan adalah gangguan bicara, maka dilakukan terapi wicara (speech therapy) oleh seorang ahli terapi wicara yang terlatih. Apabila yang dialami adalah gangguan respon terhadap lingkungan, maka dilakukan latihan motorik untuk menimbulkan kepekaan lingkungan. Menurut pengalaman beberapa ahli, latihan renang sangat bermanfaat untuk pemulihannya. Namun dalam latihan itu, instruktur diharapkan tahu benar akan karakter penderita autisme, sehingga pasien bisa terjamin keselamatannya.
Kedua, beberapa obat yang ada saat ini, belum bisa menyembuhkan penyakit autisme. Jika faktor alergi yang menonjol, maka saya sarankan memakai obat alergi dari bahan alami, seperti:
- 1 sendok teh bubuk jahe + air 1 cangkir teh
- sendok teh madu diminum malam menjelang tidur.
- 1 sendok teh minyak habbatussauda di pagi hari.
- Lakukan pemijatan de- I ngan minyak habbatussauda, terutama di daerah tangan, kaki serta telinga.
- Lakukan ruqyah syar'iyah.
Ruqyah bisa dilakukan oleh ibu atau ayah pasien sendiri dengan membacakan surah ruqyah yang syar'i. Rasulullah saw melakukannya untuk mendoakan anak yang sakit. Inilah yang disebut ruqyah, yaitu pengobatan dengan doa dan memohon pertolongan Allah SWT. Lakukanlah ini secara mandiri, karena andaikan Allah mau memberikan kesembuhan, maka pasti disembuhkannya. Sebaliknya, apabila Allah belum memberi kesembuhan, maka hendaklah kita bersabar dan tetap melakukannya dengan tekun sebagai bentuk penghambaan kita kepada-Nya. atas segalanya, Allah sangat mencintai orang Mukmin. Bahkan, di balik segala penderitaan itu, Allah akan menggugurkan dosa-dosa hamba-Nya sebagai wujud kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.
2. Upaya lain adalah dengan akupressure ataupun pijat refleksi ringan.
Dalam metode ini, pasien akan dipijat secara ringan dengan dibaluri minyak hab- batussaudah. Dilanjutkan dengan perangsangan titik-titik akupunktur tertentu dengan memakai aliran listrik yang sangat kecil, sehingga akan menciptakan keseimbangan listrik di otak dan seluruh tubuh.
Secara umum, perawatan pasien autisme memerlukan kesabaran karena waktu penanganan yang lama. Motivasi yang kuat akan mendorong kita untuk terus benjsaha. Apalagi, kebanyakan anak autis memiliki talenta yang baik, bahkan kadang-kadang melebihi anak lainnya. Jika penanganan serius, insya Allah memberi hasil yang baik. Anak autis tidak mampu berpikir tentang penyakitnya. Karena itu, orang-orang dewasa di sekitamyalah yang harus bergiat membantu anak itu keluar dari permasalahannya. Wallahu alam bisshawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar